Back

Sundara Berasap!: Gebrakan Baru Makan Malam Dengan Barbekyu Kelas Atas

   
January 18, 2022,
Bali at Jimbaran Bay, Indonesia

Sebuah transformasi terbesar di salah satu tempat makan yang sedang semarak di Bali, Sundara telah meluncurkan konsep makan malamnya dengan menu barbekyu kelas atas yang baru, yang mendapatkan sambutan hangat untuk teknik pengasapan dengan kayu kopi yang unik dan kelezatan yang meleleh di mulut Anda.

Terinspirasi oleh matahari terbenam yang berapi-api dan barbekyu pantai yang ikonik di desa nelayan Jimbaran, koki ekstekutif Koki Angga Winarjaya dan tim di Sundara telah menciptakan konsep yang baru di mana setiap hidangan memiliki elemen pembakaran, pemanggangan atau pengasapan, bahkan untuk makanan penutup dan koktail. Menggunakan satu-satunya Oven Asap Kopa yang ada di Indonesia – sebuah penemuan Austria yang berbahan bakar kayu kopi dan terkenal dengan presisinya dalam kepadatan asap dan kontrol suhu – para koki memadukan daging, makanan laut, makanan penutup, dan hidangan nabati dengan rasa berasap yang seimbang dan lembut.

Ini merupakan evolusi yang cerdas dari masakan Sundara, dengan tetap mempertahankan pada bahan-bahan premium, produk lokal yang segar, dan cita rasa asli Asia, lalu mengganti metode memasak tradisional dengan inovasi barbekyu yang modern. Menu a la carte tersedia setiap malam (saran: datanglah tepat waktu untuk menyaksikan matahari terbenam), dan papan nampan barbekyu memungkinkan pengunjung menikmati berbagai macam hidangan dari laut, darat, dan kebun - yang dimasak sesuai pesanan dan disajikan bergaya keluarga dengan hidangan gourmet. Makan malam reguler bertema Seafood, untuk merayakan tangkapan segar dari pasar ikan Jimbaran, sementara pilihan makanan ‘berasap’ juga tersedia pada menu Sunday Brunch terpanjang di Bali, menikmati jamuan teh sore hari, dan di bar dengan berbagai koktail asap dan bir buatan.

‘Kami ingin menciptakan pengalaman barbekyu terbaik yang sesuai dengan pemandangan dan suasana Sundara. Kami bersenang-senang dengan ide yang menerapkan teknik pengasapan, pembakaran, atau memanggang ke setiap hidangan, itu mendorong kami untuk berpikir lebih luas, ”kata Angga, seorang warga lokal yang lahir dan tumbuh besar di Jimbaran. Mereka (warga jimbaran) biasa memanggang hasil tangkapan udang dan ikan segar keluarganya di atas sabut kelapa di pinggir pantai, sembari menikmati pemandangan. “Ketepatan sangatlah penting ketika semuanya dibuat sendiri dan dibuat sesuai pesanan; bahkan menu salmon dan kod Tasmania kami proses dengan asap kayu kopi selama beberapa menit sebelum disajikan di meja"

Pilihan makanan laut yang segar dari tangkapan kapal nelayan Jimbaran setiap fajar; sorotan utama termasuk pada gurita bakar dengan kentang yang dibumbui kunyit, dan lobster bambu seberat 800 gram yang disajikan dengan bumbu favorit Bali, yakni sambal matah. Untuk pengalaman terbaik, hidangan laut di atas es diisi dengan sashimi salmon Tasmania, sashimi tuna sirip kuning, kepiting, kerang, udang windu, dan dihias dengan lobster bambu.

Tetapi barbekyu sering dinilai dari dagingnya saja dan Sundara menyajikannya lebih dari sekadar hidangan utama yang penuh umami seperti Angus T-Bone sebesar 1 kilogram 200 hari yang diberi biji-bijian dan dipanggang dengan sempurna; iga sapi yang diasap perlahan selama 12 jam dan disajikan dengan jantung pisang; daging domba panggang; bebek dan ayam asap, iga babi berlapis BBQ, sosis babi dan domba buatan sendiri, dan masi banyak lagi.

Ketika Angga mengatakan bahwa semua bahan merupakan buatan sendiri dan pengasapan dalam beberapa gaya, dia tidaklah melebih-lebihkan. Koki kami bahkan mengaduk mentega dimulai dari krim asap dingin untuk disajikan dengan roti bakar kayu, lalu memfermentasi dan mengasinkan semua bumbu termasuk kimchi, moster dari biji, dan saus barbekyu yang otentik. Salad Burrata dilengkapi dengan sorbet tomat asap, sedangkan Caesar Salad versi Sundara menyajikan perut ikan todak (swordfish) asap dingin, bukan bacon. Selain salad, menu ini menawarkan pilihan hidangan vegetarian, vegan, dan bebas gluten, dan para koki akan dengan senang hati memenuhi kebutuhan diet tertentu.

Pengasapan juga diterapkan pada makanan pencuci mulut yang akan membuat Anda ketagihan. Tidak ada yang akan berbagi dengan panna cotta ala Sundara dengan sentuhan lembut krim asapnya, lalu juga kue sus merupakan ‘hantaman’ lainnya dengan isian cokelat hitam berasap 72% dan saus Scotch.

Jenis minumannya’pun disesuaikan dengan tema ‘pengasapan’ ini, tetapi hal ini sepertinya tidak mengejutkan mengingat pengalaman dari kepala bartender Sufian Mahmoud yang menghabiskan waktunya selama lima tahun sebagai petugas pemadam kebakaran di Singapura sebelum akhirnya melompat ke belakang bar. Dia bekerja bersama para koki di dapur untuk membuat Zero Waste dan koktail buatannya sendiri, dan ia juga menggunakan oven Kopa baru untuk kreasi terbarunya. Ini termasuk minuman Kelapa Negroni yang luar biasa, berumur/disimpan dalam kelapa tua dan diasap secara perlahan di Kopa sebelum dicampurkan dengan minuman keras. Barbekyu tidak terasa nikmat tanpa bir dan rangkaian konsep bir dan bir botolan dari Sufian adalah pelengkap yang sempurna untuk kreasi penuh rasa dari para koki.

Gaya menu yang sederhana dan berpengalaman, cocok dengan keanggunan santai suasana Sundara dan matahari terbenam yang ajaib, dari tempat bertenggernya di atas pantai di Four Seasons Resort Bali di Teluk Jimbaran. Pengunjung dapat duduk di samping dapur terbuka dan menonton koki memasak, atau memilih meja di tepi pantai dan menikmati pemandangan spektakuler dan suara ombak di pantai. Desain dua lantai restoran ini melayani semua jenis malam, dimulai dengan koktail saat matahari terbenam di teras terbuka dan dilanjutkan dengan kencan malam atau pertemuan dengan keluarga dan teman di ruang makan yang apik. Ruang makan pribadi dengan kapasitas hingga 20 orang, dan seluruh lantai Mezzanine dilengkapi dengan bar balkon pribadi untuk acara hingga 100 orang.